Silaturrahmi Alumni Santri Hasan Yamani yang Menuntut Ilmu di Pulau Jawa

Silaturrahmi Alumni Santri Hasan Yamani yang Menuntut Ilmu di Pulau Jawa
Suasana keakraban alumni santri Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani menggelar reuni dan silaturrahmi sederhana di Yogyakarta, Ahad (02/10/2022). --mukhlis--

YOGYAKARTA- Alumni santri Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani, Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, yang kini berserak di beberapa Perguruan Tinggi di Pulau Jawa menggelar silaturrahmi sederhana di Yogyakarta, Ahad (02/01/2022) malam.

Mereka tergabung dalam Ikatan Alumni Pondok Pesantren Syech Hasan Yamani (IKPHY) Cabang Pulau Jawa bertemu dan berbagi kangen di Café Tamsis, Yogyakarta, meskipun yang hadir hanya sebagian saja.

Silaturrahmi sesama alumni santri Ponpes Hasan Yamani terjadi tidak dengan rencana sebelumnya. Mereka semuanya kuliah di Pulau Jawa. Berturut-turut seperti Muhammad Akzal Ramadhan (mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati, Bandung), Mukhlis (mahasiswa UIN Walisongo, Semarang), Syahid (UIN Maulana Malik Ibrahim,  Malang) dan bersama Hedi BM, Donar, Asby, Marwan, Syamsukrandy, Jalaluddin, serta Ahmad Dimas (mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta).

“Silaturrahmi ini terjadi secara tidak sengaja, dan tidak ada rencana sebelumnya,” ujar Ahmad Dimas, yang saat ini kuliah di Yogyakarta.

Menurutnya, mereka lebih banyak bercerita pengalaman semasa di pondok sebagai pelipur lara, seperti kejahilan kecil sebagai santri yang tidak gampang mereka lupakan selama digembleng.

Muhammad Akzal Ramadhan, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam UIN SGD Bandung, mengatakan silaturrahmi sesama mantan santri Ponpes Syech Hasan Yamani tersebut sebagai kejadian luar biasa lantaran tidak pernah ada rencana sebelumnya.

“Saya kira ini peristiwa luar biasa, IKPHY Cabang Pulau Jawa bisa bertemu dan silaturrahmi tanpa rencana awal. Kami lebih banyak membahas perkembangan pondok tercinta PHY,” imbuhnya.

Sedangkan Mukhlis, mahasiswa UIN Walisongo Semarang, menyebut silaturrahmi di antara mereka terasa seperti kembali menjadi santri. Kerinduan mereka ke kampung halaman selama menuntut ilmu di perantauan seakan terobati.

“Pesan ustad di pondok dulu tidak pernah kami lupa, dimana pun kaki dipijak maka ingatlah selalu ada PHY di jidatmu,” ungkap Muhlis.

Para Alumni Ponpes Syech Hasan Yamani, ini sepakat mendorong semua santri yang masih mondok untuk berani bercita-cita menuntut ilmu ke Pulau Jawa. Santri harus berani mencari tantangan dan pengalaman. Mereka memberi contoh Dr Fairuddin Faiz, awalnya penulis kini sukses menjadi Dosen Aqidah Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. (Mukhlis/SR)